Cerita ini sy ambil berdasarkan pengalaman rekan saya... Bantu saya untuk menyelesaikan polemik percintaanya...
Namanya Tuti. Dia kenal dg cowok itu di masjid di Yogyakarta, namanya
Bram. Kebetulan tuti menjadi panitia kegiatan ramadhan di masjid besar
di Yogyakarta. Jadi mau tidak mau rutinitas kesehariannya dilakukan di
Masjid tersebut. Saat disela-sela kesibukan menjadi panitia ramadhan,
entah tidak tau kenapa. Tuti tertarik sama cowok yang menjadi jamaah
rutin di masjid tersebut. Cowok itu selalu hadir dimasjid tersebut
setiap ada kegiatan masjid dan sholat 5 waktu. Jadi tuti semakin sering
melihat cowok tersebut. Dia gagah, manis meskipun tidak terlalu tampan.
yang pasti umurnya berbeda 15 tahun dengan Tuti. cowok itu memang
terlihat dewasa. Tuti masih berumur 19 tahun. Namanya cinta tidak
memandang apapun. Dan tuti pun terus melakuka aktifitas rutinnya untuk
memperhatikan cowok itu tanpa harus berani berbuat lebih.
Suatu pagi, setelah sholat subuh usai, Tuti berbenah membereskan
masjid bersama panitia lainnya, Tuti melihat ada satu jamaah disaat
matahari sudah terbit tinggi masih duduk di pintu masjid. Dan Tuti
mendekat memperhatikan. Ternyata dia adalah lelaki yang selama ini Tuti
perhatikan. Entah ada setan apa, disaat teman2 tuti sudah selesai
berberes2 dan pulang. Tuti berniat untuk mendekati lelaki tersebut.
Takdir pertamapun terjadi:
"Pagi mas, ada apa yah duduk sendirian di Masjid. Teman2nya sudah
pada pulang. Masjid sudah sepi". Lelaki tersebut menangis.Tuti semakin
penasaran kenapa lelaki itu menangis. "sy cuma ingin menikmati angin
saja, bosan dirumah". "Kenapa bosan dirumah?". "Gak papa, saya gak
ganggu kan?". "Gak mas, sy cuma heran aja kenapa mas kok gak pulang".
Dan takdir pertamapun berjalan dg pembicaraan yang memakan waktu 2 jam.
Waktu sudah siang, Tuti ingin pulang, berbarengan dengan lelaki itu.
Lelaki itu mengantar tuti hingga didepan kosnya. Takdir pertama ternyata
bisa membuat Tuti tidak bisa tidur. Dan selalu membuatnya seperti orang
gila, tersenyum sendiri. Tanpa ada alasan yang jelas. Mungkin dia
merasa cintanya terjawab. Ada satu hal yang Tuti sesalkan, yaitu meminta
nomor HP atau apapun yang bisa meghubungkan mereka lagi. Tuti menyesal,
tapi tidak menjadikannya masalah. Tuti berharap pasti juga nanti malam
dia tarawih dimasjid ini.
Sejak saat itu pertemuan kedua dan ketiga pun terjadi lebih hangat.
Tuti berjanji akan membuatkan Mas Bram Sosial Media Facebook. dan sesuai
dg janjinya. Tuti membuatkan Mas Bram Facebook. Diwarnet didaerah
kampus UGM. Warnet disini, blok ruang biliknya sangat tertutup jadi Tuti
sedikit yakin kalau warnet ini pasti sering dibuat mesum oleh orang2
nakal. Tuti asik membuatkan Mas Bram Facebook. Tiba-tiba, tangan Mas
Bram merangkul Tuti dari belakang dan Tuti pun merasa nyaman untuk
bersender di pelukannya. Hingga entah setan apa yang ada. Tuti dan Mas
Bram berciuman untuk pertama kalinyadi warnet itu. Perasaan sedih,
bodoh, gembira, memalukan semua bercampur aduk menjadi satu. Tapi Tuti
bahagia pagi itu. sejak saat itu mereka berdua menjadi dekat layaknya
seorang kekasih meskipun tidak ada satu sama lain menyatakan cinta.
Ternyata Bram selalu mengikuti kegiatan masjid selama inipun karena dia
memperhatikan Tuti. Setiap hari Mas Bram melukis wajah Tuti, karena
profesinya memang seorang pelukis. Bram selalu memfoto Tuti dari
kejauhan hanya untuk dikoleksi. Dan merekapun jatuh cinta.
Hubungan terus berjalan selama 3 tahun mereka bersama penuh cinta.
Apapun yang mereka lakukan seperti selayaknya seseorang ingin
berhubungan serius. Bukan berarti hubungan mereka berdua tanpa masalah.
Mungkin karena usia mereka yang terlalu jauh menjadi kendala dan faktor
utama. Bram tidak pernah memperkenalkan Tuti pada keluarganya, karena
pasti keluarga Bram tidak akan setuju. Mereka Backstreet. Selain itu,
sifat tuti yang kekanak-kanakan terkesan seperti mempermainkan hubungan
yang sudah berjalan serius. Tuti sangat sering sekali membuat hubunga
mereka putus nyambung karena hal-hal kecil dan sepele yang sangat
kekanak-kanakan. Tapi karena kematangan umur Bram yang lebih dewasa dan
mengayomi Tuti, Bram pun sabar menghadapi Tuti. Toh juga Bram sangat
mencintai Tuti. Tak jarang Tuti mempermalukan, menyiksa batin, serta
menyakiti Bram bahkan Tuti pernah menyelingkuhi Bra dengan teman kampus
yang seusia dengannya. Tuti juga pernah meninggalkan Bram untuk lelaku
lain, Tuti juga pernah membuang Bram dijalan. Meninggalkannya bahkan
lebih parah dar itu. Tapi lagi-lagi Bram tabah dan tetap menerima Tuti
dengan alasan cinta. Sudah tidak bisa terhitung berapa kali mereka putus
nyambung hanya karena masalah sepele dan kekanak-kanakan dari Tuti yang
mempermainkan hubungan. Mungkin itu cara Tuti yang kekanak-kanakan
menunjukkan rasa cintanya pada Bram, selain itu pula Bram memang cinta
pertama Tuti, karena tuti tidak pernah berpacaran

Masalah timbul ketika Tuti memberitahukan kepada Bram kalau dia ingin
dijodohkan dan segera menikah dengan lelaki yang di ta'arufkan oleh
orangtuanya. Selain itu juga Tuti terkena penyakit kelamin yang juga
menularkan Bram. Ternyata Tuti pernah berhubungan intim dengan lelaki
lain dan tertular penyakit. Tuti pernah menyelingkuhi Bram dengan
berbagai pria. Tapi cintanya tetap pada Bram. Masalah ketiga, Tuti
mengalami depresi karena masalah keluarganya. Kedua orang tuanya
meninggal. sehingga Tuti harus berjuang sendiri dengan hidupnya kini.
Atau mungkin masih ada masalah lain yang menjadi rahasia Bram dihatinya.
Karena ketiga alasan itu akhirnya Bram sudah mulai illfeel dan kecewa
dengan Tuti. Bram tersadar bahwa selama ini dia bodoh sudah mencintai
orang yang salah. Yang selama ini menyakitinya. Bram pun ternyata
memiliki masalah lain selain dengan Tuti. Keluarga Bram suda mengetahui
hubungan mereka dan jelas menolak hubungan kami. Bram bahkan diancam
dkeluarkan dari keluarga jika ia masih tetap berhubungan dengan Tuti.
Jabatannya yang menjadi ketua RT dikampungnya membuat Bram semakin
tertekan dengan cemoohan warganya sendiri bahwa Bram sudah mencintai
anak dibawah umur yang usianya jauh darinya. Semua masalah itu menjadi
kompleks dan membuat hubungan kita kacau balau, dan sepakat mengakhiri
hubungan yang sudah kita jalani tepat di tahun ke 4. Kali ini masalahnya
berbeda, tidak seperti masalah yang membuat mereka putus nyambung dulu.
Ini lebih kompleks. Aku sungguh tidak terima dengan keputusan Bram. 4
tahun hubungan kita, baru kali ini dia menyatakan putus karena biasanya
aku yang mengatakan putus lalu nyambung lagi. Berbeda dengan bram, yang
ingin putus yah tetap akan putus selamanya tidak nyambung.
Bram beralasan merasa bodoh telah kokoh mencintaiku meskipun aku
sakiti, sampai dia tertular penyakit kelamin. Bram juga beralasan bahwa
aku sudah berubah, bukan Tuti yang dulu, mungkin karena pengaruh keadaan
keluargaku yang membuat aku stress. Dan tekanan keluarga Bram yang
semakin parah sampai aku diancam untuk menjauhi Bram demi nama baik
keluarga.
Aku tidak ikhlas dan tidak terima, kenapa semua ini terjadi disaat
aku benar-benar mencintai Bram 100% dan yakin akan hidup selamanya
dengan Dia. Tapi Bram tidak sepemikiran dengan ku saat ini atas apa yang
sudah aku lakukan padanya. Aku sudah melakukan segala cara agar Bram
mencintaiku kembali dan memohon-mohon pada Bram untuk menerimaku lagi
dan menjalani hubungan seperti dulu. Saat kita merasakan cinta, sudah
segala cara ditempuh dan tidak bisa. Sikap Bram sudah berbeda 100%, dia
aneh dan menjaga jarak sedikit demi sedikit menjauhiku. Dan aku semakin
agresif untuk tidak mau ditinggal olehnya. Aku yakin dari hati kecilku
yang paling dalam bahwa Bram mencintaiku, masih mencintai Tuti. Hidup
tuti benar-benar hancur. Dan segala cara dari yang baik-baik dan tidak
baik Tuti lakukan untuk melupakan Bram. Namun tidak bisa. Kisah 4 tahun
sudah sangat melekat di hati, otak dan raganya.
Suatu ketika, Tuti menguhubgi Bram kembali, dan kali ini Bram ingin
bertemu Tuti. Dan terjadi kembali hubungan intim diantara mereka. Dan
pagi hari setelah kejadian malam itu, mereka kembali bertengkar. "Kenapa
selama ini kamu membuat aku menderita, kamu bilang kamu udah gak cinta,
tp kamu masih mau berhubungan intim denganku? aku tau sebenernya kamu
mash mencintaiku dari lubuk hatimu yang paling dalam. Cuma kamu sekarang
masih tertekan dengan keadaanmu sendiri dan tidak bisa berani mengambil
sikap tegas tentang hubungan kita". Hubungan mereka kembali baik
meskipun tidak seperti dulu. Kemudia kembali bertengkar kembali. Sampai
detik inipun Tuti tidak tau masalah apa yang terjadi.
"Harus dengan cara apa Tuhan memberi tahumu kalau aku benar-benar
mencintaimu tulus dari lubuk hatiku. Harus dengan cara apa Tuhan memberi
tahumu kalau aku tersakiti, Harus dengan cara apa Tuhan memberitahuku
bahwa aku benar-benar ingin mendampingimu dalam sisa-sisa umurmu". Tuti
harus minta bantuan siapa untuk tau apa yang sebenarnya terjadi pada
hubungan mereka. Dan detik ini Tuti masih dengan keraguannya dan
kegalauannya. Tuti hanya punya Tuhan dan menanti Tuhan untuk menjawab
semuanya. Sudah pernah Tuti menjalani hubungan dan membukanya untuk
lelaki lain. Tapi tidak bisa. Cintanya mentok pada Bram. dan hanya Bram
dihatinya.
Keluarga Bram tak henti-hentinya meneror Tuti untuk menjauhi Bram.
Sampai detik ini Tuti masih yakin dengan hati kecilnya yang paling dalam
bahwa Bram mencintainya. tapi ada beberapa kendala yang membuat Bram
membohongi dirinya sendiri dan tetap menjadi misteri dan rahasia milik
Bram pribadi. Has\nya Bram yang tau apa yang terjadi pada dirinya
sendiri yang dia tidak sadar telah menghancurkan hidup Tuti karena masih
mencintainya. Tuti masih sendiri dg kesendirian menunggu jawaban Tuhan,
menanti Bram kepelukannya. Meski Tuhan memiliki pendapat lain. Tuti
akan berjanji tetap memelihara cintanya. Jika cinta itu memang milik
orang yang mencintai. Tapi kenapa orang yang mencintai tidak diberi hak
untuk sepenuhnya memiliki? Malaikat tau siapa juaranya.
Tuhan, jika tidak bersamanya adalah kebaikanku. Maka buat aku ikhlas
melepasnya, dan tak mencintainya. Tapi mengapa Kau masih memelihara
cinta ini. Akankah ini teka teki tersembunyi untuk orang yang yakin
saling mencintai? Aku duduk dalam sujudku menanti jawabku atas
perasaanku. Takdir cinta memang milikMu seutuhnya Tuhan. kembalikan aku
padanya di waktu yang meurutMu tepat. Atau benamkan rasa cintaku di
waktu yang Menurutmu tepat. Aku menunggu dibalik sujudku dengan perasaan
cintaku.
#menurut kalian bagaimana seharusnya yang dilakukan TUTI kedepannya?