Indah

Memulai cerita hari ini dengan sebuah kata terindah. "Perjuangan"

Selasa, 20 Maret 2012

Ungkapan Tulus Laki2

Kami tahu, kalian para wanita sungguh sebenarnya menghargai usaha yang kami lakukan. dan yang kalian harus tau, kami selalu bersungguh-sungguh untuk orang yang kami sayangi!
hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa, dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian.
semua! hanya karena kalian...

dan ya! kami pun tahu. bahwa ketika kalian hanya diam dan meperlihatkan bahwa kalian bosan, kalian ingin kami tetap sabar.
tapi kami tidak mau terlihat tidak bisa mengerti kalian dengan mengajukan pertanyaan "jadi maunya gimana?".
kami akan diam sesaat, dan berpikir apa yang bisa membuat senyum kalian kembali lagi? karena senyum kalian yang menghidupkan hidup kami, sungguh! semua hanya karena kalian.
Kami sebenarnya pun tahu. bahwa kalian senang jika kami menulis kata-kata romantis seperti di film2 korea yang kalian tonton.
kalian berangan-angan bahwa hal yang terjadi di film itu terjadi dalam kehidupan kalian? (*ya kan?).
tapi justru karena kalian sering mengangan-angankan hal itu, kami tidak melakukan itu untuk kalian, kami berpikir keras, memutar otak menyiapkan kejutan yang bahkan tidak terpikir di angan2 kalian, untuk melihat kalian tersenyum, sungguh! semua hanya karena kalian..

Kami pun tau, kalian menerima kami di samping kalian bukan semata2 kami tampan.
ketika kalian mengidolakan seseorang yang tampan maka kami akan memasang tampang tidak peduli, dan mencoba mengalihkan pembicaraan, bukan kami tidak peduli, sebenarnya kami cukup muak dengan cara kalian menyanjung lelaki yang bahkan mengenal kalian saja tidak!
tapi kami harus menjadi pemimpin yang baik untuk kalian. dan menjadikan kami bersikap lebih bijaksana di depan kalian. sungguh! semua itu hanya karena kalian..
Kami cukup mengerti bahwa kalian menghargai setiap usaha yang kami lakukan untuk membantu kalian mengerjakan tugas kalian, ketika kalian mengatakan dalam kesulitan, sungguh kami akan berusaha sebisa kami untuk membantu kalian. 
dan ketika kami datang kerumah kalian dengan makanan, tanpa tugas yang kalian butuhkan, artinya kami tidak mendapatkan apa yang kalian cari dan yang ada dipikiran kami saat itu hanyalah bahwa usaha terakhir yang dapat kami lakukan hanya menemani kalian! hingga tugas itu selesai, meyakinkan bahwa kalian tidak lupa untuk mengisi perut kalian, kami sungguh khawatir pada kesehatan kalian.. sungguh,semua itu hanya karena kalian..

Kami tau, kalian kesal ketika kami mengacuhkan kalian hanya untuk bermain game bersama teman2 kami. tapi ketika itu, ketika ada sedikit waktu, kami mencari handphone kami dan menanyakan kabar kalian, karena kami ingin mengetahui kabar kalian.
dan tahukah kalian? sebelum kami bermain game itu, kami membicarakan pasangan kami masing-masing, membanggakan bahwa kami memiliki pasangan terbaik di dunia! atau membicarakan masalah-masalah yang timbul pada hubungan kami, dan masing-masing akan memberikan sarannya untuk menyelesaikan masalah kita, itu kami lakukan hanya karena kami ingin mendengarkan pendapat orang yang dekat dengan kami mengenai keputusan yang akan kami buat.
kadang memang kami mematikan handphone kami, namun ketika kami mengetahui kalian menelpon atau membaca sms dari kalian, maka kami akan meletakkan game itu dan berlari ke pojok kamar menelepon kalian. tidak peduli teman2 kami bersorak sorak menggoda kami, sungguh, semua itu hanya karena kalian..
  
Kami pun sadar, kami bukan bayi yang harus kalian ingatkan untuk sembahyang, atau makan. kadang kami akan bersikap tak peduli.
namun ketika kami membaca sms kalian atau mendengarkan suara kalian ketika mengingatkan kami untuk makan, maka pada saat itu kami pasti tersenyum dan berterima kasih (walaupun tidak kami ucapkan), dan ketika kami membalas dengan kata-kata "iya, kamu juga ya..",
 
maka kami benar2 tulus mengatakannya... sungguh, semua itu hanya karena kalian...

 Ketika kami acuh pada kalian, maka pada saat yang sama kami sedang menyiapkan kejutan untuk kalian.
dan ketika kami memberikan barang milik kami pada kalian waktu mengantarkan kalian hingga pintu dan pamit pada orang tua kalian, maka kalian harus tau bahwa barang itu adalah barang yang berharga untuk kami. (walaupun barang itu terlihat biasa untuk kalian) tolong tersenyumlah untuk kami, karena senyum itu yang menghidupkan hidup kami!
sungguh, semua itu hanya karena kalian..
 
Dan ketika kalian bersedih, lalu kami melakukan hal-hal konyol, melontarkan lelucon-lelucon yang mungkin tidak lucu.
maka kami sungguh tidak bermaksud memperkeruh suasana, kami ingin melihat kalian kembali tersenyum.
hanya itu! dan ketika kalian melihat kami dengan pandangan tidak suka, maka ketika itu kami sungguh merasa bersalah, jalan terakhir yang akan kami lakukan adalah meminta maaf.. berharap itu dapat sedikit mengurangi beban kalian. sungguh, semua itu hanya karena kalian..
 
Sejujurnya kami tidak menyukai pujaan hati kami menangis.
Sungguh itu membuat kami bingung setengah mati! maka tolong jangan salahkan kami, ketika kami meminta kalian berhenti menangis. namun kami pasti akan mendengarkan apa yang kalian ucapkan dalam tangis kalian, dan percayalah, kami akan tetap disamping kalian walaupun kalian menangis hingga tertidur di depan kami. maka, kami akan membawa kalian masuk kerumah dan pamit pulang pada ayah ibu kalian.
Dan tunggulah, maka kami akan menelepon kalian keesokan harinya untuk menanyakan kabar kalian. atau datang ke rumah membawakan coklat untuk melihat senyum kalian lagi.
sungguh, itu hanya karena kalian..
 
Bagi kami, kalian tetap yang tercantik! ketika kalian bertanya mengenai berat badan kalian yang naik? atau baju kalian yang mulai tidak cukup?
 
maka dalam hati kami tertawa. namun yang keluar dari mulut kami hanya senyuman.
kami akan berkata tidak, bukan untuk membohongi kalian, tapi karena di mata kami kalian tetap paling indah!! karena kami sebenarnya tidak mencari malaikat yang tanpa cela, atau bidadari yang paling cantik sedunia, kami mempunyai peri kecil yang selalu ada di samping kami.
ya! itu adalah kalian.. mengertilah, sungguh, itu hanya karena kalian..

Ketika kalian berkata baik2 saja, maka kami akan tersenyum dan berkata, "ok, kalo ada apa2 bilang ya".
karena kami tidak ingin memaksa kalian mengatakan sesuatu yang tidak ingin kalian katakan pada kami, dan tanpa kalian minta kami akan bertanya pada sahabat kalian apakah kalian benar2 baik2 saja? jika sahabat kalian tidak mau menceritakannya maka kami tidak akan mencari tau lagi.
karena kami berharap kalian cukup mempercayai kami untuk menceritakan semuanya.. bukan karena kami memaksa kalian, sungguh, itu semua hanya karena kalian....
 
Dan ketika kalian membutuhkan kami, yakinlah bahwa kami akan selalu ada untuk kalian. ketika kalian mengatakan "tidak usah" pun, kami akan selalu ada di samping kalian. karena kalian adalah orang yang kami sayangi, percayalah..!! sungguh, semua ini hanya karena kalian..
Quote:
Jika kami sudah memilih kalian, maka yakinlah, kalian adalah peri kecil kami, setidaknya itu yang kami pikirkan saat itu...
 
Ketika kalian (mungkin tanpa kalian sadari) menyakiti hati kami dan meninggalkan kami, kami mungkin akan marah.
tapi itu hanya sesaat, dan yang kalian harus tahu, ketika kami benar2 telah memilih kalian untuk menemani kami, maka walaupun hubungan itu berakhir, separuh ruangan hati kami sudah kalian tulis menjadi ruangan kalian, maka ketika kami mempunyai kekasih yang lain, maka mereka hanya akan mengisi ruang di sisi yang lain, datang, dan pergi pada sisi itu.
ruangan kalian akan tetap kosong untuk kalian, ketika kalian kembali untuk kami.
 
Tapi tolong, jangan khianati kami dengan lelaki yang lain! karena itu akan sangat menyakitkan untuk kami! Dan maaf, kami mungkin.. akan meninggalkan kalian selamanya.....

Hilangnya Kunci KOS!

KAMPANG. gw gak tau lagi gimana caranya mengungkapkan perasaan gw sekarang. Gw jg gak tau apa yang bisa menyebabkan gw jd kyk gini. Ini diawali dari kunci kamar kos gw yang ilang. Ditambah lagi motor gw yang rusak. sampe2 gw mikir. kok hidup gw begini amat ya...

Catatan Harian Kunci Kos Hilang:
Sore hari gw cari sampe keliling2 tuh kunci kos. tapi tetep aja gak ketemu. semua jalanan udh gw telusuri. Intinya gak ketemulah. Salah satu jalan adalah minta kunci cadangan di ibu kos... Alamat gw dianter kawan gw sampe kewarnet tempat kerja gw. Gw sms ibu kos, dy ternyata lagi ditempat anaknya di Magelang untuk beberapa hari. Kenapa kunci gw ilang bertepatan dengan ibu kos pulang kampung. Padahal ibu kos itu jarang2 mudik. Karena dy seharian pasti di kos itu gabung sama anak2 kos. SIAL!. Solusi saat itu adalah gw minta jemput temen lama gw untuk numpang nginep di rumahnya plus minta jemput dy karena motor gw juga rusak. Ngerepotin, bener2 ngerepotin. Akhirnya sampai jam 12 malam gw dijemput temen gw dan nginep dirumahnya.

Besok paginya gw terpaksa bolos kuliah karena temen gw belom bangun jam 7 pagi. dan gw juga udah gak mood. Gw sempetin minta anterin temen gw jam 9 pagi kekampus cuma pengen ketemu PACAR gw. karena sebelumnya dy sms mau nolongin gw dan ketemu dikampus saat itu. Sampailah gw dikampus dan  sialnya lagi si do'i ternyata udah pulang kerumahnya tanpa bilang2 gw dulu. terdamparlah gw dikampus. sampai berharap menunggu teman untuk tebengan pulang bareng. Ternyata nihil. Akhirnya gw memutuskan untuk jalan kaki dari fak.peternakan UGM sampe ke Fak.Pertanian UGM. gw berniat ke perpustakaannya untuk ngerjain proposal penelitian. gw paksa abis2an mood gw saat itu. Waktu datang pukul 4 sore. dan gw berniat pulang hujan2an jalan kaki menuju warnet tempat gw kerja, berharap disana ada temen kerja gw buat pinjem buat motor pulang kekos. Tibalah gw di kos dengan basah kuyup.
SIALnya lagi, semua temen kerja gw yang ada diwarnet gak ada yang bawa motor! Mustahil padahal biasanya tuh banyak motor nganggur disini. Tapi kenapa bertepatan dg sialnya gw mereka gak bw motor dengan alasan mereka masing2. Akhirnya gw selesai jaga warnet dari jam 3 sore sampai jam 11 malam. Alhamdulilah harapan mulai muncul ketika tiba2 penyelamat temen kerja gw dateng kewarnet. dan akhirnya gw minta anterin dy untuk pulang kekos...SIAL lagi HP gw mati! gw gak bisa hubungin ibu kos lagi, gw gak bisa batalin janji temen2 gw karena kesialan gw saat ini. Gw pulang kekos karena ibu kos janji pulang dari magelang hari itu. Setibanya di kos. Blas! Ibu kos ternyata pulang nya ditunda jadi besoknya lagi. Dan gw tanya ketetangga2 kos gw juga mereka gak tau tentang kunci kos gw. Untuk temen gw tadi belum pulang. dan akhirnya gw balik lagi kewarnet.
Karena mood gw udh gak enak dan gw jg gak mau ngerepotin temen. gw memutuskan untuk bermalam di warnet aja. Segala kegiatan gw lakuin di warnet untuk membunuh waktu. dan sialnya gw gak bisa tidur, dan temen kerja gw ada yang mau nraktir makan saat itu karena dy ulang tahun. Gak kerasa gw melakukan aktivitas diwarnet waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. dan mata masih gagah. Gw memutuskan untuk bolos kuliah lagi dengan alasan, gak mood, gak punya baju(udh 3 hari gak ganti), dan gak ada tempat mandi.Padahal matakuliah ini penting ada tugas pula... mau sms temen gw buat titip absen dan nyontek tugas gak bisa karena HP gw mati. akhirnya gw pasrah. dan menunggu nasib baik ibu kos pulang bener2 hari ini dan gak menunda lagi. Gw gak mau panggil tukang kunci karena duit didompet gw 0 rupiah... Dan gw juga gak bisa menunda janji gw pagi ini karena HP gw mati. Ntar siangnya gw ada praktikum kuliah lagi. Hadoh!

Yang gw gak abis pikir. Maksud Tuhan ngasih ini semua ke gw apa coba? masih teka-teki. tapi yang jelas ini sudah gak lucu lagi. sangat tidak lucu.

Pelajarannya adalah ternyata manusia itu disuruh mengalah untuk selalu mengerti dari setiap kesialan yang dia terima adalah teka teki Tuhan. Meskipun terkesan gak fair. Ya udhlah manusia makhluk lemah yang bisanya cuma diem aja. Liat aja ntar Tuhan maunya apa. Lah kita juga kan makhluk ciptaannya dy. Tuhan mau menjemput kita sekarang juga itu hak dy. Sorry klo gw ngerasa ini gak lucu... nasib ini lebih tepatnya,,, paling2 ntar kita sebagai manusia bakal nemuin jawabannya setelah kita udh ketawa2 nanti. Lucu yah.

Pelajaran kedua. Ternyata bener klo meskipun kita makhluk sosial., ternyata kita tuh harus hidup mandiri dan gak bisa maksa2 orang buat bantu kita. Lahir sendiri, mati juga sendiri. Dan didunia itu gak ada istilah keluarga, pacar, temen, sahabat atau apalah yang pantas buat dispesialkan. yang ada aku dan kalian. That's it. Kita harus bisa hidup mandiri yang sosialis. Doakan ibu kos pulang hari ini dan gw juga masih belum tau ini dapet duit dari mana untuk buat kunci duplikat. Hadoh... Tuhan,,, Tuhan,,, semakin membuat aku percaya betapa dahsyatnya Engkau...

---Gw yakin ini bakal kontroversial, tp ini apa adanya---

Minggu, 11 Maret 2012

Renungan Dosen




  1. Ditulis oleh : Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

    LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

    Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

    Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

    Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

    “Dari Indonesia,” jawab saya.

    Dia pun tersenyum.

    BUDAYA MENGHUKUM

    Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

    “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

    “Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

    Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

    Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

    Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

    Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

    Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

    Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

    ***

    Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

    Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

    Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

    Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

    Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

    Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

    Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

    Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

    MELAHIRKAN KEHEBATAN

    Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut ? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman : gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

    Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman : Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

    Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

    Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

    Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

    Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

    Mari kita instropeksi diri.
    Kalau di dunia luar sana (dunia nyata) sudah begitu banyak tekanan yang bisa menghambat laju perkembangan otak kita, janganlah menambah tekanan itu di dunia maya ini. Semoga semua yang memposting dan yang berkomentar punya visi dan semangat membangun, bukan saling menjatuhkan dan merasa benar sendiri, sehingga dunia maya ini bisa menjadi wadah bagi pengungkapan pikiran yang belum tersampaikan di dunia luar sehingga ilmu-ilmu yang kita dapatkankan bisa lebih membumi karena adanya komunikasi yang baik.