Indah

Memulai cerita hari ini dengan sebuah kata terindah. "Perjuangan"

Jumat, 06 April 2012

Penyebab IMPOTEN:





Jakarta, Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan gangguan kesehatan yang paling ditakuti pria. Berbagai macam cara bisa dicoba pria untuk menunjukkan 'kejantanannya' tersebut. Ketahui apa saja yang membuat kelamin pria tak bisa 'berdiri'.

Untuk dapat ereksi (tegangnya kelamin) dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut.

Namun ada beberapa faktor yang membuat darah tidak terpompa secara sempurna, yang akhirnya membuat senjata pria tidak mampu 'berdiri', antara lain seperti dilansir webmd, Kamis (5/4/2012):

1. Depresi
Otak adalah zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala (otak) dan terus berjalan ke bawah (penis). Depresi dapat mengurangi keinginan Anda untuk bercinta dan menyebabkan disfungsi seksual. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual dan membuat pria lebih sulit mendapatkan ereksi.

2. Alkohol
Banyak yang berpikir bahwa minum sedikit alkohol dapat meningkatkan mood untuk bercinta, tetapi kebiasaan minum alkohol dapat membuat pria lebih sulit untuk ereksi. Penggunaan alkohol yang tinggi dapat mengganggu ereksi, tetapi efek ini biasanya sementara.

3. Obat-obatan
Obat-obatan juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi, obat penghilang nyeri dan antidepresan. Obat-obat ilegal seperti amfetamin, kokain dan ganja juga dapat menyebabkan masalah seksual pada pria.

4. Stres
Tidak mudah untuk mendapatkan mood bercinta ketika Anda sedang kewalahan dengan pekerjaan di tempat kerja atau rumah. Stres dapat merugikan berbagai bagian tubuh, termasuk penis. Atasi stres dengan membuat perubahan pada gaya hidup, seperti melakukan relaksasi dengan olahraga secara teratut, cukup tidur dan mencari bantuan dokter bila perlu.

5. Kemarahan
Kemarahan dapat membuat darah naik ke wajah, tapi tidak ke tempat yang pria butuhkan ketika ingin melakukan hubungan seks. Kemarahan baik yang langsung ataupun tidak, dapat berkontribusi untuk masalah kinerja di kamar tidur.

6. Kegelisahan atau kecemasan
Semua kecemasan yang dapat membuat Anda takut dan menghindari keintiman, ibarat lingkaran setan yang menempatkan tekanan besar pada kehidupan seks Anda.

7. Kegemukan
Pria yang kegemukan alias obesitas tidak hanya menurunkan rasa percaya diri tetapi juga kemampuan di kamar tidur. Pria yang obesitas menghasilkan lebih sedikit hormon testosteron, yang penting untuk menaikkan gairah seksual dan ereksi. Kelebihan berat badan juga terkait dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah, yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.

8. Citra diri negatif
Bila Anda tidak menyukai apa yang Anda lihat di cermin, mudah untuk menganggap pasangan tidak akan menyukai pandangan tersebut. Citra diri yang negatif dapat membuat Anda khawatir dan menurunkan kinerja saat mencoba melakukan hubungan seksual.

9. Libido rendah
Libido rendah tidak sama dengan disfungsi ereksi, tetapi banyak faktor yang menyebabkan disfungsi ereksi juga dapat mengurangi libido (gairah seksual). Harga diri yang rendah, stres, kecemasan dan obat tertentu, semua juga bisa mengurangi gairah seks. Ketika semua kekhawatiran terikat saat berhubungan seksual, maka minat Anda pada seks dapat menukik tajam.

10. Kondisi kesehatan
Banyak kondisi kesehatan yang dapat mempengaruhi saraf, otot atau aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan ereksi. Diabetes, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, cedera tulang belakang,dan multiple sclerosis dapat berkontribusi untuk terjadinya disfungsi ereksi.

Operasi untuk mengobati masalah prostat atau kandung kemih juga dapat mempengaruhi saraf dan pembuluh darah yang mengontrol ereksi.

Kamis, 05 April 2012

#SAJAK NASIB


Ternyata memang benar. Tuhan membatasi kebahagiaan tiap orang. Itu kata langit padaku. Disaat aku terbang melayang diudara. Burung pun ikut berkicau, bersenandung kemilau. Aku jatuh dan mendung mendekap dengan hangat. Kebahagiaan itu oase padang pasir semakin dikejar semakin menjauh, sampai aku tak sadar sedang bermain-main pd kemelut. Langit menghitam, petir menyambar, aku semakin takut. Berlindung pada pinus membuat aku berdarah. Badai datang, alam murka dan mendung melepasku dengan kejamnya, hujan datang dan petirpun menyambar, halilintar menghadang dan tumpukan dedaunan masih melindungiku. Akankah bumi juga menelanku?
Duduk di bawah pohon bergosip dengan nasib, jauh sampai pandangan berani menatap keujung lalu aku dibutakan. Semua tertutup kabut sehingga aku lupa Tuhan berlindung dimana untuk memperhatikanku. Kasihan Tuhan, mengawasi domba kesepian. Terus dituntut sementara manusia melayang terbang. Daun kering jatuh menampar, ada mercusuar meledak buyar smw keadaan. Hilang tanpa arah dan langit masih saja berkata-kata. Itulah indahnya jagat raya kata dunia.
Tuhan masihkah aku diberikan harapan untuk berteriak menuntut kebahagiaan? Apa aku harus berbisik saja. Tapi nanti langit mendengar dan ia iri pada kebahagiaanku dan batal semua pelangi di siang hari. Almari dihadapanku berdiri kokoh sama tinggi seakan menantang, kau dan aku siapa lebih bahagia? Aku terpeleset, almari terpelanting dan blur penantianku. Berpaling aku pada langit. Dy masih saja mengawasiku. 

Perjalanan Hidup


Hari ini aku tak mengerti. Hari ini gundah dan hari ini juga aku resah… merasakan semua hidup yang sudah terlanjur berjalan. Melangkah bertahap-tahap hanya untuk tau apa itu hidup sebenarnya. Begitu juga yang aku lakukan dipagi ini. Merangkai, membuat, dan merencanakan apa yang aku lakukan hari ini. Aku hanya ingin tau apa yang sepantasnya aku lakukan. Dan aku buta selama ini dengan langkahku yang kosong. Mencoba untuk mengintip takdir atau garisan yang aku anggap salah sejak aku masih kecil. Aku hanya siap, siap menjalani apa yang Dia beri. Tapi hidup tak sesederhana itu. Aku harus bisa merangkai mimpiku meski nanti takdir berkata lain. Meski takdir tak sependapat dengan ini. Tapi setidaknya aku telah membuat garis dalam hidupku untuk aku lalui diawali dengan sebuah mimpi. Mimpi yang kosong dan ku buat perlahan agar kekosongan itu menjadi indah. Tapi sayang sekali sampai saat ini aku tak tau membedakan apa itu mimpi dan kehidupan. Mimpi = kehidupan, atau kehidupan = mimpi. Tapi sedikit demi sedikit setidaknya aku mengerti bahwa awal dari hidup adalah mimpi. Lalu kehidupan itu berjalan sesuai yang kita inginkan, tergantung dengan seberapa kreatif kita merangkai mimpi itu. Tapi, aku tidak tau tentang semua mimpiku yang telah aku rangkai, jadi selama ini aku merangkai apa? Kepalsuan? Yang selama ini telah aku buat dalam ketidakpuasan. Atau Tuhan sengaja menyembunyikan mimpiku agar aku selalu terus bermimpi. Lalu kapan aku mulai merangkai hidupku? Atau selama ini aku bermimpi buruk sehingga wajar saja aku menjalani hidup ini dengan dengusan sapi di pinggir jalan. Sulit. Atau aku bermimpi seorang wanita telanjang berdiri membuat aku bernafsu lalu wanita itu menghilang lalu apa yang harus aku rangkai dengan kebusukan ini? Jawabannya hanyalah kesabaran dan kepasrahan pada wanita telanjang pada mimpiku. Mungkin hidupku akan aku jalani dengan wanita yang selama ini sudah aku rencanakan. Tapi aku sendiri tak tau mimpi itu. Dan bagaimana aku membuat sebuah kepalsuan hidup ini menjadi nyata. Agar kebenaran tetap aku rasakan, dan perjalanan yang telah aku jalani tidak sia-sia sesuai yang aku rencanakan bukan aku mimpikan. Karena mimpi itu selalu berhubungan dengan kebimbangan sementara sebuah perencanaan akan berjalan dengan biasanya. Tanpa ada campur tangan aku dalam hidupku. Mungkin ini lucu jika sekedar ditertawakan. Atau lebih sedih jika diberi tangisan. Tapi aku yakin di pilah-pilah antara mimpi dan perencanaan terdapat garis tangan T U H A N.