Indah

Memulai cerita hari ini dengan sebuah kata terindah. "Perjuangan"

Jumat, 08 Juni 2012

Sejarah Thomas Cup


Tumpulnya taring Bulutangkis Indonesia
           
Gan! Ibarat dalam sebuah putaran roda, posisi timnas bulutangkis indonesia sedang berada diposisi dasar. Mungkin itulah analogi yang tepat untuk menggambarkan redupnya prestasi timnas Thomas-Uber kita. Pada lanjutan kompetisi Thomas dan Uber cup yang berlangsung di Wuhan, China 20-27 Mei 2012 tim thomas kita ditumbangkan dengan skor 2-3 oleh jepang di perempat final. Tak jauh berbeda, tim uber kita pun mengalami nasib yang sama, yaitu kandas ditangan tim jepang dengan skor yang sama yaitu 2-3 pun juga di perempat final. Ini menjadi catatan kelam bagi dunia perbulutangkisan indonesia mengingat kita menjadi salah satu negara yang punya taring dalam cabang olahraga ini.
            Seperti diketahui, tim thomas kita tidak pernah absen di semifinal sejak 54 tahun yang lalu, bahkan bukan hanya itu timnas kita telah 13 kali menjadi raja di tournament yang sejak tahun 1982 berubah menjadi  ajang bulutangkis 2 tahunan ini. Untuk tim uber kita kondisinya lebih memprihatinkan setelah sejak tahun 1996 tak pernah meraih gelar juara.
            Penyebab utama kegagalan Indonesia di ajang Piala Thomas-Uber 2012 adalah sistem pelatihan di Pelatnas PBSI tidak berkesinambungan. Selain itu juga program latihan yang selalu berubah setiap lima tahun membuat atlet tidak focus akan kemampuan yang dimiliki. Seharusnya PBSI sebagai organisasi tertinggi perbulutangkisa ndonesia mempersiapkan diri lebih awal pada suatu turnamen sehingga atlet siap untuk menang dalam betanding. PBSI juga harus melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh. Pengurus PBSI, atlet, dan pelatih harus bekerja sama untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Ibarat nasi telah menjadi bubur, bak sesuatu yang tidak bisa kita tanggulangi maka satu-satunya cara yang paling bijak adalah menatap mas depan perbulutangkisan kita. Masih ada waktu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi olimpiade 2012 yang berlangsung di London 27 Juli-12 Agustus mendatang. Lebih jauh lagi kita juga harus menatap tournament-tournament lain yang membutuhkan persiapan matang dan bukan lagi persiapan instant saja. Tentu kita semua punya harapan besar agar taring perbulutangkisan indonesia dikancah dunia akan kembali tajam.

Kehilangan Pelanggan


Banyak orang mungkin berpikir bahwa kehilangan banyak pembeli atau buyer yang sangat banyak merupakan awal dari kebangkrutan sebuah bisnis. Sehingga banyak pengusaha yang terlalu konsen bagaimana mempertahankan pelanggan yang sudah didapatkan seolah tolak ukur dalam keberhasilan bisnis hanya terletak pada banyaknya pelanggan yang didapat. Padahal, dalam sebuah bisnis banyak sekali yang menjadi tolak ukur keberhasilan dari pada kita sibuk denga mempertahankan pelanggan. Lalu bagaimanakan jika pada kenyataannya anda sudah terlalu banyak kehilangan pelanggan dalam bisnis yag anda jalankan? Janganlah menanamkan mind set negatif dalam pikiran anda bahwa anda akan gulung tikar dan bangkrut. Ada satu kalimat yang dikutip dari buku "The 7 Universal Laws of  Customer Value" yang terjemahannya; "Relakan saja dengan sengaja beberapa orang pelanggan yang sudah anda dapatkan jika itu akan menghambat bisnis anda". Terkadang pernahkah kita memperhatikan pelanggan selalu ingin dilayani melebihi batas pelayanan yang ada dalam aturan pelayanan perusahaan kita? Dan banyak perusahaan yang habis-habisan untuk memenuhi keinginan pelanggan tersebut agar tidak kecewa dan pergi meninggalkan kita? Hal tersebut sebenarnya akan menganggu aturan main dalam bisnis sehingga pelanggan yang memiliki karakter seperti itu perlu kita tinggalkan tanpa harus kita berpikir akan sebuah kerugian besar. 

Jangan sampai kita dibuat tidak bisa apa-apa oleh pelanggan yang selalu banyak menuntut dalam berbagai hal. Sehingga kita tidak perlu menghabiskan konsentrasi kita pada 1 pelanggan yang sebenarnya akan membuat pelanggan lain terabaikan. Kalau terus kita memaksakan pelanggan tersebut dalam putaran bisnis yang kita jalani, secara tidak langsung kita membiarkan wabah penyakit menyebar pada bisnis anda. Kehilangan satu nasabah besar namun menjadi pengganggu bisnis anda jauh lebih baik dan fokuskan bisnis anda pada pelanggan lain yang tidak punya pengaruh besar namun berjumlah banyak. 

STRATEGI BISNIS


Banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa memulai suatu bisnis jauh lebih mudah dari pada mempertahankannya. Banyak bisnis yang dimulai dengan sesuatu yang sangat terencana dan terperinci sehingga dapat mencapai puncak kebesaran dalam waktu yang singkat. Namun belum tentu semua bisnis besar yang sukses dengan mudah dapat bertahan lebih lama sesuai yang kita inginkan. Banyak perusahaan yang hanya bertahan dalam mencapai puncak bisnis dalam waktu tertentu yang kemudian sedikit demi sedikit mengalami kemunduran bahkan harus gulung tikar. Hal tersebut biasanya terjadi karena kita membuat suatu perencanaan bisnis sangat matang tapi tidak dibarengi dengan strategi bisnis yang jitu sehingga pola pikir kita hanya bagaimana menjalankannya saja dari waktu ke waktu tanpa memikirkan bisnis dalam jangka waktu panjang. Membuat strategi dalam berbisnis sama halnya menyusun puzzle demi puzzle sebuah konsistensi masa depan dalam berbisnis. Oleh karena itu, seorang pebisnis harus cerdas dalam menentukan strategi yang jitu sehingga memiliki arahan yang jelas pada bisnisnya. Terdapat beberapa strategi dalam berbisnis yang memiliki arahan yang jelas adalah:
1. Mengenal dengan baik keadaan bisnis anda saat ini;
Lakukanlah pengamatan pada bisnis anda secara menyuluruh untuk mengetahui keadaan bisnis anda sekarang sehingga anda mengetahui letak kelebihan dan kelemahan dalam bisnis anda. Posisi yang paling sensitif sangat perlu untuk di amati seperti kinerja naik turunnya keuangan anda, bagaimana kepuasan pada pelanggan anda, bagaimana kualitas kinerja staff penjualan anda, bagaimana tren pemasaran dan penjualan saat ini yang selalu berubah-ubah, produktivitas perusahaan dan lain sebagainya. Selain dalam hal internal anda juga harus mengenal kondisi eksternal perusahaan seperti: bagaimana keadaan pesaing bisnis anda? bagaimana perubahan pasar yang terjadi? sehingga anda dapat bersikap realisitis, kritis dan obyektif dalam menjalankan bisnis. Baca semua ha tersebut dengan menggunakan analisis SWOT untuk tau bagaimana peluang dan ancama pada masing-masing bidang yang ingin anda amati.
2. Tentukan Tujuan Bisnis secara Real
Tentukan tujuan anda menjalani bisnis dalam jangka waktu 3, 5 sampai 10 tahun kedepan kemudian buatlah alur perjalanan bisnis anda secara bertahap sehingga anda mengenal dengan jelas apa yang ingin anda capai dan apa yang harus anda lakukan untuk mencapai tujuan itu.
3. Tinjau Ulang Strategi
Seperti melihat pada keadaan pasar global yang bersifat dinamis saat ini, terkadang strategi yang sudah kita buat sebelumnya tidak sesuai dengan kondisi pasar. Maka perlu anda merubah suatu strategi sesuai denga kondisi market saat ini. Cek kembali setiap strategi mana kah yang masih relevan dengan keadaan masa kini,  sehingga updating pada bisnis anda akan terus berjalan seiring perkembangan zaman dan bisnis anda tidak akan ditinggal pasar karena terbawa zaman. Hal tersebut dapat membantu bisnis anda berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan pasar dalam jangka waktu 3, 5, 10 bahkan sampai waktu yang anda inginkan.