Indah

Memulai cerita hari ini dengan sebuah kata terindah. "Perjuangan"

Kamis, 28 Juni 2012

Etos Kesuksesan



Etos kerja tidak tumbuh begitu saja dalam masyarakat, etos kerja timbul beriringan dengan dinamika kehidupan yang didampingi dengan perkembangan global yang begitu cepat. Oleh karena itu, etos kerja semakin dianggap penting oleh berbagai kalangan. Etos kerja dalam diri seorang manusia itu didasari dalam 5 hal yaitu: Amanah, Panggilan, Aktualisasi, Ibadah dan Pelayanan. 5 hal tersebut didasari pada peradaban manusia yang terus berkembang.
Secara tidak langsung, nilai-nilai kelima hal tersebut menuntun masyarakat yang kemudian mendayagunakan segala kemampuan yang dimiliki untuk mencapai kesuksesan. Namun, lantas tidak hanya kelima hal tersebut saja yang mempengaruhi seseorang sukses. Didalamnya terkandung unsur-unsur kerja keras yaitu: aksi, keringat, darah, dan air mata untuk menggapai hasilnya. Sehingga manusia dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi unsur tersebut dan mengubahnya menjadi sebuah aktualisasi yang berguna pada proses kesuksesan.
Apakah selama ini kita sering melihat banyak orang yang sudah kerja keras namun belum juga memperoleh sukses? jawabannya adalah ternyata kerja keras hanya tanggapan dan kemungkinan untuk sukses, bukan arti sukses sesungguhnya.  Kita harus kerja keras secara profesional dan terkadang seorang manusia membutuhkan sebuah piranti untuk mengubah kemauan menjadi sebuah kesanggupan dalam makna kesuksesan. Nah, piranti-piranti dalam kesuksesan itulah etos kerja yang sesungguhnya. Lima hal etos kerja tersebut  dijadikan navigator sukses sepanjang perjalanan hidup untuk kita yang mendambakan kesuksesan dengan ketulusan hatinya. 
1. Etos adalah amanah yang berarti bahwa dalam etos kehidupan manusia, kita harus bertanggung jawab dalam setiap langkah yang kita perbuat untuk menuju kesuksesan. 
2. Etos adalah panggilan yang berarti setiap manusia harus bekerja dengan ikhlas dan tuntas yang disertai dengan integritas yang kuat dalam mencapai kesuksesan
3. Etos adalah aktualisasi yang berarti semangat merupakan sebuah kebutuhan dalam bekerja untuk meraih kesuksesan. Tanpa semangat dan kesungguhan. Semua keinginan tak akan menjadi kenyataan dan hanya menjadi dambaan dalam angan pikiran.
4 Etos adalah ibadah yang berarti cinta dalam bekerja juga sangat diperlukan. Seseorang yang bekerja penuh dengan cinta dan keseriusan akan memiliki hasil yang berbeda dengan orang yang bekerja serius tanpa kecintaan didalamnya.
5. Etos adalah pelayanan yang berarti bekerja harus dengan kerendahan hati dan secara sempurna. Kerendahan hati menjadi ujung tombak akan kesungguhan seseorang dalam menjalankan hidup untuk menuju keberhasilan.

Untuk Pebisnis Pemula


Memulai Bisnis Untuk Pemula

Banyak cerita yang sering kita dengar tentang kegagalan setiap orang dalam merintis bisnis. Padahal bisnis tersebut sudah eksis cukup lama. Banyak kasus yang melatarbelakanginya, dari over ekspansif sampai moralitas pengelolanya yang menyebabkan bisnis yang dirintis dari kecil, kemudian membesar lalu tumbang tak berbekas. semoga tulisan ini dapat menjadi bahan referensi pembelajaran dalam memulai dan menjalankan sebuah usaha atau kegiatan bisnis.
Seorang pebisnis pemula biasanya memiliki godaan-godaan ketika sudah berhasil memulai bisnis dengan baik. Godaan yang paling kuat adalah ingin memulai usaha baru. Secara teori, ketika seorang pebisnis pemula merasa berhasil dengan mendirikan satu jenis bisnis maka dia akan berhasil untuk memulai bisnis jenis lainnya. Faktor tersebut sangat kuat melekat pada pebisnis pemula karena sense of business-nya sudah muncul sehingga keinginan untuk mengenali peluang-peluang yang ada juga semakin bermunculan. Banyak peluang-peluang menggiurkan yang tiba-tiba saja muncul, dan saat itu juga hasrat untuk memulai berbagai usaha ikut timbul. Sampai pada akhirnya mencoba untuk memulai bisnis di bidang yang lain. Kejadian tersebut aka terus bergulir sampai pada titik kehancuran bisnisnya satu persatu.

Godaan peluang-peluang bisnis di awal terkadang ta sesusai dengan fakta dilapangan. Meskipun kita merasa memiliki sense of bisnis yang tinggi ketika sukses memulai satu bisnis. Belum tentu kita akan sukses di bidang bisnis lain. Masalah dasar yang akan timbul adalah ketika bisnis baru yang ingin kita jalankan akan menyedot cash money dari usaha kita sebelum yang telah eksis. Oleh karena itu, sistem keuangan terganggu bahkan eksistensi bisnis yang lamapun akan ikut goyah. Masalah selanjutnya adalah konsentrasi yang mau tidak mau akan terpecah menjadi beberapa bagian yang menyebabkan kita tak akan bisa fokus mengembangkan bisnis. Jika terus diteruskan berambisi untuk mempertahankan bisnis ke dua dan ketiga, lama kelamaan cash money dari bisnis pertama akan habis dan tidak menutup kemungkinan hutang akan muncul menjadi masalah yang serius.

Kalau sudah begitu keadaannya, belum lagi kita mencapai titik puncak kejayaan pada bisnis, bisnis pertama akan terbengkalai dan usaha kedua tidak jelas arahnya. Kemudian keruntuhan bisnis satu akan mempengaruhi bisnis yang lainnya. Jadi, lebih baik anda fokus pada satu bisnis terlebih dahulu meskipun sense of business anda sudah sangat tinggi pada bisnis tersebut. Karena tiap karakter bisnis memiliki sense yang berbeda. Pertahankan bisnis pertama anda sampai benar-benar kokoh dan kuat. Bahkan angin badaipun tak mampu meruntuhkan bisnis anda. Nah, kemudian anda bisa fokus untuk bisnis lainnya dan melihat-lihat peluang yang ada. Jangan sekali-kali melencongkan fokus anda pada bisnis pertama dengan peluang-peluang yan menggiurkan untuk membangun bisnis lainnya, karena hasilnya belum tentu indah yang akan datang. Prinsip konservatif, kehati-hatian serta fokus yang mendalam dalam bisnis sangat diperlukan untuk pebisnis pemula. Dan tak ada yang pernah tau usaha anda saat ini akan menjadi induk dari usaha-usaha anda yang lainnya. Buatlah prinsip, lebih baik 1 bisnis tapi besar dari pada banyak bisnis tapi kecil-kecil. ketika bisnis utama sudah kokoh, buatlah perahu-perahu bisnis lainnya untuk memperkokoh bisnis utama anda.

Jumat, 22 Juni 2012

Pekerjaan yang Salah

Yahoo.com 


5 Tanda Anda Berada di Pekerjaan yang Salah



Bagi banyak orang, berat rasanya membayangkan bekerja lagi di hari Senin setelah bersantai di akhir pekan. Namun bagi sebagian lainnya, setiap hari langkah terasa berat untuk bekerja. Apakah Anda termasuk yang demikian?

Berada di pekerjaan yang salah tentu menyebabkan rasa stres tersendiri. Tak ada gairah untuk pergi bekerja bahkan untuk berusaha menambah kemampuan diri demi kemajuan karir. Terjebak dalam keadaan tersebut tentu tidak menyenangkan. 

Kenali apakah Anda termasuk salah satu yang mengalaminya. 

Semua tentang uang 
Ada dua hal berbeda yang sering terpikir pada orang yang berada di pekerjaan yang salah. Pertama, satu-satunya alasan ia bertahan bekerja di tempat tersebut walau tertekan adalah hanya karena gaji yang didapatkan. Pekerja tipe ini sering mengeluh tentang pekerjaannya, namun tak kuasa pindah ke tempat yang lain karena belum tentu mendapatkan kompensasi yang sama,  

Jika uang merupakan satu-satunya alasan, bagi sebagian yang merasa pekerjaannya salah, uang belum tentu bisa membuat hati tenang bagi sebagian lainnya. Pekerja jenis ini sering berpikir tentang kenaikan gaji namun dalam hatinya berkata kenaikan gaji sebesar apa pun tetap tak bisa membuat ia mencintai pekerjannya. 

Coba pikirkan kembali, apakah kenaikan 10-20 persen gaji bisa menyenangkan hati Anda? Jika belum, bagaimana dengan 50-100 persen? Jika belum juga, maka uang sebenarnya bukanlah masalah utama pada pekerjaan Anda.

Fokus pada hal negatif 
Saat berada di kantor atau di luar, Anda terus sibuk mengeluh masalah kantor. Bos yang galak, HRD baru yang ketat, teman yang banyak omong, dan berbagai hal lainnya. 

Anda juga menjadi enggan berbicara tentang kantor atau pekerjaan saat bertemu teman-teman. Pertanyaan atau pembahasan tentang pekerjaan sebisa mungkin Anda hindari atau penuh dengan keluhan. Ketika Anda senang dengan pekerjaan Anda, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari hidup Anda. Anda pun bersemangat membicarakannya ketika ada orang yang bertanya atau membicarakan tentang pekerjaan. 

Daripada menjadi orang yang penuh aura negatif, sebaiknya segera kenali situasi Anda. Waktu dan tenaga yang dihabiskan untuk mengeluh untuk suatu hal yang Anda tak bisa ubah, sebaiknya digunakan untuk mengembangkan kemampuan baru untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. 

Aura negatif yang dipelihara terus-menerus akan terbawa sampai ke rumah dan kehidupan sosial Anda. Karena stres tersebut Anda kemudian menjadi mudah lelah, pemurung, dan lebih sensitif. Orang tercinta di sekitar juga akan menjadi korban dari keadaan Anda.

Sering sakit
Sakit kepala, lesu, atau ketegangan otot yang berkepanjangan bisa jadi merupakan tanda-tanda fisik Anda stres dengan pekerjaan. Ketika tubuh dalam keadaan stres, tubuh akan mengirim sinyal kepada Anda. 

Tak sedikit teman atau kerabat yang terdengar sering sakit-sakitan, ketika pindah ke pekerjaan baru kesehatannya membaik. Dengarkan sinyal-sinyal dari dalam tubuh Anda. Jika Anda ingin memastikan, berkonsultasilah pada ahli kesehatan. Kesehatan merupakan aset penting dalam tubuh, jangan korbankan tubuh dan mulailah lakukan tindakan untuk mengurangi penyakit yang sering mendera akibat tekanan pekerjaan. 

Pikirkanlah rasio 80:20. Stres atau memiliki emosi negatif pada tempat kerja memang hal yang wajar. Rasio yang normal adalah setidaknya Anda 80 persen senang dan 20 tidak. Jika rasio tersebut sudah sangat terbalik maka sebaiknya pikirkan ulang untuk tetap bertahan di pekerjaan Anda demi kesehatan. 

Tak ada kemajuan

Di kantor Anda dikenal kurang bersahabat. Enggan membantu atau bersikap aktif. Dingin terhadap pertanyaan atau teman yang mengajak diskusi. Anda hanya fokus mengerjakan pekerjaan agar cepat selesai dan bisa segera meninggalkan kantor. Anda juga enggan mengembangkan jaringan yang bisa mendukung pekerjaan. 

Jika melihat ke belakang, sudah lama Anda tidak mendapat promosi atau kenaikan gaji yang sepadan. Mungkin saja hal tersebut disebabkan oleh semangat kerja Anda yang kurang sehingga kemampuan Anda tidak juga meningkat dan hasilnya penilaian kerja Anda kurang baik. 

Sudah bekerja keras tapi tak juga ada perbaikan? Ini juga merupakan tanda Anda bekerja di perusahaan yang kurang tepat. Peningkatan selain dalam bentuk gaji juga bisa dalam bentuk prestasi, kemampuan kerja, pelatihan, atau ganjaran lainnya.

Menjadi orang asing

Selalu ada konflik batin tentang identitas diri. Anda merasa tak menjadi diri sendiri saat bekerja. Anda juga merasa tak senang dengan pribadi Anda di tempat kerja. Bahkan teman dekat atau teman kantor Anda merasa Anda orang yang berbeda di kantor dan di kehidupan sosial. 

Pekerjaan yang sesuai dengan minat dan kepribadian tak sekadar menjadi alat mencari uang bagi diri Anda. Pekerjaan tersebut juga bisa membuat memberi manfaat terhadap perkembangan kepribadian dan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik. Memang tak mudah mencari pekerjaan idaman tersebut. Tapi tak ada salahnya terus berusaha.